Selasa, 28 Mei 2013

CARA MENETRALKAN PH TANAH

Pengapuran

Jika ukuran pH tanah terlalu asam,untuk mengatasinya bisa dilakukan pengapuran.kapur yang digunakan adalah kapur pertanian yang bahan dasarnya berasal dari batuan kapur,selain berguna menaikan pH,senyawa Ca atau Mg pada kapur pertanian juga mampu menekan dan menetralkan sifat buruk unsur-unsur yang berpotensi meracuni tanaman.pengapuran juga menciptakan struktur tanah menjadi lebih baik,sehingga microorganisme tanah dapat hidup dan berkembang lebih baik.pada akhirnya dokomposisi atau pelapukan bahan organik dan mineral dapat berlangsung lebih lancar.



MAAF....IKLAN DULU YAA....

KAMI JUAL :

1. cACING HIDUP JENIS : LUMBRICUS RUBELLUS, TIGER, EISENIA FETIDA, AFRIKA, ANC.

KRISTAL DAN BIRU.

2. TEPUNG CACING LUMBRICUS RUBELLUS UNTUK BAHAN BAKU OBAT-OBATAN HERBAL.

3. TEPUNG CACING UNTUK BAHAN BAKU PAKAN TERNAK IKAN DAN UNGGAS.

4. CACING KERING UNTUK BAHAN BAKU OBAT DAN PAKAN TERNAK.

kapur pertanian yang biasa di pakai diantaranya kapur tohor (CaO) yang merupakan hasil pembakaran batuan kapur atau kulit terang ,kapur tembok atau kapur putih ( Ca(OH)2) yang merupakan bubuk hasil penyiraman untuk kapur tohor, dan kapur karbonat . sementara itu, kapur karbonat diperoleh melalui penggilingan langsung melelui batuan kapur tanpa melalui pembakaran. kandungan utama kapur tersebut adalah kalsium karbonat dan magnesium karbonat. kapur yang lebih banyak mengandung kalsium karbonat dikenal sebagai kalsit (CaCO3). sementara jika kandungan kalsium karbonat dan magnesium karbonatnya terdapat dalam jumlah banyak, maka kapur tersebut dikenal sebagai dolomit (CaMg(CO3)2). kapur dolomit inilah yang paling umum dipakai untuk mengapuri tanah-tanah asam.


Dosis yang di butuhkan

Jumlah kapur yang dibutuhkan untuk mengapuri tanah asam berbeda-beda, tergantung ukuran awal pH tanah. patokanya, semakin tinggi derajat keasaman yang ingin dicapai, semakin banyak pula kapur yang harus diberikan.

Cara melakukan pengapuran

pengapuran dapat dilakukan sebelum bedengan atau lubang tanam di buat. mula-mula lahan dicangkul dan dibersihkan dari rumput dan gulma. setelah itu, kapur ditaburkan secara merata keseluruh permukaan lahan. agar kapur dan tanah dapat tercampur sempurna dan bereaksi dengan baik, permukaan tanah sebaiknya dicangkul kembali secara merata setelah di taburi kapur.

selain diberikan saat pengolahan tanah, pengapuran dapat pula dialkukan saat lubang tanam telah di buat. bisa juga saat tanaman telah di tanam, terutama untuk pengapuran susulan. pengapuran pada lubang tanam dilakukan dengan cara mencampur kapur dengan tanah galian secara merata. selanjutnya, tanah dimasukan kedalam lubang tanam dan dibiarakan selama2- 3 minggu sebelum ditanami. sedangkan pengapuran susulan dilakukan dengan cara menaburkan kapur secara tipis dan merata diatas permukaan tanah, lalu disiram sedikit demi sedikit hingga kapur larut dalam tanah.

tidak dibenarkan melakukan pengapuran bersamaan dengan aplikasi pupuk kimia lainya. sebab, kapur dapat bereaksi dengan pupuk N dan membentuk gas amoniak yang gampang menguap. sedangkan ra=eaksi dengan pupuk posfat akan menyabkan terbentuknya garam fosfat yang sulit larut dalam air. pengapuran sebaiknya dilakukan saat musim hujan, tetapi tidak ketika sedang turun hujan. pengapuran juga dapat dilakukan setelah musim kemarau. Tujuanya , agar saat ditanami ketersediaan airuntuk penyiraman cukup memadai.


http://www.bengkelden.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar